Kamis, 20 Oktober 2016

Persiapan Sebelum Aborsi

PERSIAPAN SEBELUM ABORSI

1. Pastikan diri anda postif hamil

Lakukan pemeriksaan dengan USG atau dengan alat tes uji kehamilan yang banyak terdapat di pasaran. dan pastikan anda melakukannya dengan benar.

2. Pastikan diri anda 100% menginginkan aborsi.

Pertimbangkan hal ini baik-baik, pastikan bahwa aborsi yang anda lakukan adalah yang terbaik bagi anda dan masa depan anda. karena setelah mengkonsumsi misoprostol 90% anda dipastikan akan kehilangan kehamilan anda.

3. Pastikan kondisi kesehatan anda.

Anda dapat melakukan aborsi dengan menggunakan misoprostol tanpa pengawasan medis, hanya pada situasi anda tidak memiliki penyakit serius. selain itu saat anda akan melakukan aborsi sebaiknya anda dalam keadaan sehat.

4. Pastikan ada orang lain saat anda melakukan aborsi.

sangat tidak dianjurkan bagi seorang wanita melakukan tindakan aborsi seorang diri, jadi usahakan minimal 1 orang ada disamping anda untuk mengawasi anda dan berjaga-jaga apabila terjadi hal yang diluar perkiraan.

5. Pastika anda sedang tidak menggunakan alat kontrasepsi Spiral (IUD)

Sebuah alat kontrasepsi yang kecil dan diletakan sekitar 3cm dibawah rahim oleh dokter, apabila anda mengalami kehamilan pada saat menggunakan kontrasepsi jenis ini, anda sebaiknya melakukan USG, karena ada kemungkinan kehamilan anda berada di luar rahim. apabila ternyata hasil USG menyatakan kehamilan anda normal (didalam rahim) maka anda harus melepas terlebih dahulu alat kontrasepsi ini.

6. Pastikan anda tidak mengalami kehamilan diluar rahim

Sebuah kehamilan yang terjadi diluar rahim, kehamilan jenis ini sangat membahayakan nyawa si ibu, apabila mengalami kehamilan jenis ini anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter yang menangani anda, karena anda dapat melakukan aborsi medis yang legal apabila dalam kondisi ini. misoprostol tidak dapat menangani kasus seperti ini.

7. Pastikan anda tidak memiliki penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual, dapat membahayakan pasca tindakan aborsi, karena kemungkinan terjadi infeksi sangat tinggi. jadi sebaiknya sebelum melakukan tindakan aborsi anda mengobati terlebih dahulu penyakit jenis ini.

8. Pastikan akses ke rumah sakit mudah.

Selalu ada resiko dalam setiap tindakan aborsi, sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan anda dapat segera dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. anda dapat mengatakan bahwa ini merupakan keguguran spontan. sehingga anda mendapatkan perawatan yang tepat dan cepat.